Sayurmaincat-Kotanopan-Mandailing Natal

KOTANOPAN
Saat ini  pola penanam ganja di Kabupaten Mandailing Natal sudah
berpindah-pindah. Selama ini tempatnya berada di daerah Bukit Tor Sihite
Kecamatan Panyabungan Timur, tapi sekarang sudah meluas ke daerah  Siabu dan
Lembah Sorik Merapi.
Hal itu dikatakan Ketua Gerakan Anti Narkoba (GAN)  Indonesia Drs. Zulkarnain
Nasution, MA kepada  Wartawan , Minggu (24/10) di Ponpes Subulussalam Kotanopan
di tengah-tengah kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Bagi Pemuda Se sumatera Utara
Menurutnya, untuk menekan angka peredaran narkoba di Bumi Gordang Sembilan ini,

seharusnya pemerintah dan aparat penegak hukum jeli melihat hal ini. Para
penanam ganja biasanya mencari tempat yang aman dari jangkauan aparat hukum dan
masyarakat. Kalau di Tor Sihite selama sudah terlalu sering di jadikan razia
oleh aparat kepolisian, jadi menurut mereka sudah tidak aman. Untuk kelangsungan

bisnisnya mereka mencari lokasi yang aman”, katanya.
Saat ini, lanjut Zulkarnain, Pemkab Madina harus menjalin kerja sama yang baik
dengan aparat penegak hukum. Artinya , Pemkab dan pihak kepolisian jangan
jalan-jalan sendiri baik ia dalam pemberantasan dan pencegahan peredaran
narkoba. Kita juga berharap Pemkab Madina membentuk suatu aturan berupa Perda
untuk mengubah Badan Narkotika Kabupaten (BNK)  menjadi Satuan Perangkat Daerah
(SKPD). Hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur”.
Selama ini, BNK hanya bermodalkan SK  Bupati, jadi tidak mempunyai kekuatan.
Tapi kalau BNK di rubah menjadi SKPD maka segala bentuk operasional dalam
pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat di masukkan di APBD. Salah satu
kendala pihak kemananan untuk mengadakan razia penanaman ganja selama ini karena

kurangnya pendanaan. Coba pikirkan, kalau razia ke Tor Sihite dalam perjalanan
saja mencapai 8-12 jam”, kata ketua PIMANSU ini.
Selain, lanjut  Zulkarnain, Pemkab Madina juga harus mempunyai program
stretegis  dalam memberantas narkoba, misalnya masalah penanaman ganja di Tor
Sihite seharus Pemkab mampu memberdayakan masyarakat dengan  merubah prilaku,
mulai dari merubah tanaman ganja ke tanaman produktif, misalnya tanaman karet,
padi dan lainnya. Ini bisa di laksanakan dengan adanya kerja sama Pemkab,
masyarakat dan aparat penegak hukum, seperti di daerah Aceh”.
Pencegahan yang dilakukan juga harus menggunakan strategi, misalnya melalui
Dinas Pendidikan Madina membuat sutau program, misalnya program  BERSINAR
(Bersih Sekolah dari Narkoba). Jadi ini semenarnya kemauan aparat pemerintahnya,

kita yakin peredaran anrkoba akan bisa di minimalkan kalau semua elemen
masyarakat di libatkan dan tidak jalan sendiri-sendiri”, kata Zulkarnain.
Kemudian, ujar Zulkarnain, Pemkab juga harus menggaet  masyarakat untuk
pemberantasan narkoba. Sebab, masyarakat lebih faham kondisi dan situasi di
daerahnya dari pada pemerintah. Jadi kalau yang ini di laksanakan secara
bersinergi maka peredaran narkoba akan bisa di antisifasi, minimalkan
memperkecil ruang gerak peredaran narkoba”.
Pemerintah juga harus mensport  suatu kegiatan yang intinya mengarah kepada
pencegahan dan pemberantasan narkoba, seperti yang di laksanakan di Ponpes
Subulussalam selama satu minggu (22-27 Oktober ini). Kegiatan ini kan sangat
bermamfaat, namun sangat di sayangkan seorangpun dari perwakilan Pemkab Madina
tidak ada yang hadir dalam kegiatan ini. Sepertinya Pemkab Madina tidak peduli
dengan peredaran Narkoba”, kata Zulkarnain. (Lok)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: