Sayurmaincat-Kotanopan-Mandailing Natal

KOTANOPAN

“Pondok Pesantren Subulussalam yang terdapat di Sayurmaincat, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal mempunyai andil besar dalam mengusir penjajah dari bumi Gorang Sembilan (Madina). Pengurus Ponpes ketika itu banyak yang ditangkap Belanda kemudian di buang keluar sumatera”, ujar Ketua Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Nasution, SH kepada wartawan saat acara penyambutan bulan Ramadhan 1431 H.

Masa kemerdekaan  Ponpes Subulusslam juga dijadikan markas TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Saat itu, pengurus, santri, guru-guru Ponpes Subulussalam mengadakan perlawanan terhadap penjajah Belanda.  Mereka ini mengadakan rapat dan musyawarah menentang kolonial Belanda di Ponpes Subulussalam. Namun gerakan ini tercium oleh Belanda, akhirnya beberapa pengurus dan guru Ponpes Subulussalam di panggil Asisten Residen ke Padang Sidempuan. Mereka di hadapkan kepada Demang bagian politik. Dari mulut Demang  saat itu sempat terlontar kata-kata, bahwa Ponpes Subulussalam adalah gudang politik. Sejak itu pemerintah Belanda  terus mengawasi kegiatan pengurus, santi dan gurunya.

Tidak berapa lama kemudian, Pemerintah Belanda menangkap lima orang pengurus Ponpes sekaligus warga desa Sayurmaincat, di antaranya Tinggi Lubis (di buang ke Digul – Irian Jaya), Yahya Malik Nasution (dibuang ke Digul – Irian Jaya), H. Alinafiyah Lubis (H. Mahals Lubis) di penjarakan di Suka Miskin-Jawa Barat, Makmur Lubis di buang ke Ternate dan Abdul Aziz di buang entah kemana. Walaupun terjadi pengkapan terhadap pengurus, namun santri-santri Subulussalam tetap meneruskan perjuangan kemerdekaan.

Pada tahun 1945 saat Proklamasi kemerdakaan RI, Ponpes Subulussalam kembali dijadikan Asrama TKR. Setelah asrama TKR di pindahkan, Ponpes Subulussalam di jadikan Asrama oleh Jawatan Sosial. Dan seterusnya, Ponpes Subulussalam dipergunakan tempat latihan Napindo. Kemudian tahun 1949, Ponpes Subulussalam kembali di buka dengan kepala sekolah H. Fahruddin Arjun Lubis.

Ponpes ini sudah banyak menghasilkan alumni-alumni yang cukup berhasil di kancah nasional dan internasional, mulai dari M. Yunan Nasution (Mantan Ketua Islamiyah Jakarta), Prof. Muktar Lintang (Guru Besar Universitas Kebangsaan Malaysia), KH. Ahmad Nasution (Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Mahkamah Syariah Sumut), Ikhsan Nasution (Mantan Kepala Depertemen Agama Bengkulu), Mayir (Purn) Aspan Nasution (Mantan Pusdikkes-AD Jakarta), Letkol (Pur) Ayub Lubis (Mantan Ketua Perintis Kemerdekaan Sumut), Abdul Kadir (Mantan Pimpinan Ponpes KHA. Dahlan Sipirok) dan masih banyak alumni lain yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Dilihat dari sejarah,  sebanyak 23  Pondok Pesantren di Madina saat ini, boleh di katakan Pondok Pesantren Subulusslam ini termasuk Pesantren tertua. Pesantren ini didirikan tanggal 5 Mei 1927, berawal dari perbedaan pendapat tentang penetapan awal bulan puasa Ramadhan sekitar tahun 1924-1925. Saat itu ada yang mengatakan ditetapkan berdasarkan rukyah (melihat awal puasa dari Puncak Tor Sihite) yang letaknya sebelah Timur Desa Sayurmaincat. Dan ada pula  pendapat yang menetapkan awal Ramadhan saat itu harus dengan ilmu hisab. Lama kelamaan pertentangan tersebut semakin meruncing di tengah-tengah masyarakat.

Untuk mengatasi itu, di adakanlah musyawarah kampung yang di hadiri cerdik pandai, hatobangon, alim  ulama, pemuka adat saat itu. Dalam musyawarah itu diputuskan, untuk menyesaikan persoalan yang terjadi di masyarakat ini harus di selesaikan dengan ilmu pengetahuan. Untuk itu perlu didirikan sebuah lembaga pendidikan guna tempat menuntut ilmu, maka berdirilah Pesantren ini dengan nama pada mulanya Maktab Subulussalam dengan jumlah 3 lokal dan santrinya 100 orang. Sedangkan kepala sekolah pertama di Maktab Subulussalam ini adalah H. Ilyas Lubis.

Dalam kesempatan itu juga diserah terimakan 3 ruangan bangunan baru dan alat-alat olahraga yang disumbangkan  donatur, yaitu dari keluarga  Ibu Krisna Utami, Jakarta, selaku ahli Waris Almarhum H. Dali Rukun Hasibuan melalui  Ir. Hasan Basri Nasution kepada Ketua Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH. Selain itu, H. Abdurrasyid Lubis (anggota DPRD Tapanuli Selatan) dari Alumni juga menyerahkan bantuan pribadi Rp. 2.500.000 untuk perbaikan Mushalla.  Tampak hadir juga dari alumni lainnya, Moch. Ikhsan Parinduri (Anggota DPRD Madina), H. Ahmad Zainul Khobir Batubara. S. Ag, (Ka. KUA Panyabungan Kota), Fahrurrazi Parinduri, SH (Ka. KUA Panyabungan Selatan) dan alumni lainnya. Para alumni sengaja hadir untuk mewujudkan suatu bentuk kepedulian kepada Ponpes Subulussalam.

H. Abdurrasyid  saat kata sambutannya mengatakan,  ”Ponpes Subulussalam merupakan asset Islam, untuk itu marilah sama-sama kita bangun dan kita kembangkan. Kami dari alumni siap membantu untuk mengembangkan Pesantren ini. Kepada adik-adik sekalian yang saat ini sedang menuntut ilmu, harus bangga menjadi santri/santria Ponpes Subulussalam, sebab  Ponpes ini sudah banyak mencetak orang-orang sukses, baik ia di pemerintahan dan swasta.

Sedangkan kepala Sekolah Aliyah Esmin Pulungan, S. Ag dalam sambutannya mengharapkan kepada semua pihak agar sama-sama membantu kemajuan sekolah ini, terlebih-lebih terhadap alumni yang sudah banyak berhasil. Sebab, tanpa kerja sama semua pihak sangat sulit untuk mengembangkan Ponpes ini kearah yang lebih maju. Kepada santri-santriawati agar mengedepankan akhlak dan moral, baik ia di lingkungan sekolah maupun di masyarakat. Jadilah kamu contoh thauladan yang baik bagi masyarakat”, ujanya. Bertindak sebagai penceramah dalam peringatan ini adalah Al Ustad Drs. Zulyaden, MM dari Kandepag Madina. (LkT)

KOTANOPAN
Saat ini  pola penanam ganja di Kabupaten Mandailing Natal sudah
berpindah-pindah. Selama ini tempatnya berada di daerah Bukit Tor Sihite
Kecamatan Panyabungan Timur, tapi sekarang sudah meluas ke daerah  Siabu dan
Lembah Sorik Merapi.
Hal itu dikatakan Ketua Gerakan Anti Narkoba (GAN)  Indonesia Drs. Zulkarnain
Nasution, MA kepada  Wartawan , Minggu (24/10) di Ponpes Subulussalam Kotanopan
di tengah-tengah kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Bagi Pemuda Se sumatera Utara
Menurutnya, untuk menekan angka peredaran narkoba di Bumi Gordang Sembilan ini,

seharusnya pemerintah dan aparat penegak hukum jeli melihat hal ini. Para
penanam ganja biasanya mencari tempat yang aman dari jangkauan aparat hukum dan
masyarakat. Kalau di Tor Sihite selama sudah terlalu sering di jadikan razia
oleh aparat kepolisian, jadi menurut mereka sudah tidak aman. Untuk kelangsungan

bisnisnya mereka mencari lokasi yang aman”, katanya.
Saat ini, lanjut Zulkarnain, Pemkab Madina harus menjalin kerja sama yang baik
dengan aparat penegak hukum. Artinya , Pemkab dan pihak kepolisian jangan
jalan-jalan sendiri baik ia dalam pemberantasan dan pencegahan peredaran
narkoba. Kita juga berharap Pemkab Madina membentuk suatu aturan berupa Perda
untuk mengubah Badan Narkotika Kabupaten (BNK)  menjadi Satuan Perangkat Daerah
(SKPD). Hal ini sesuai dengan surat edaran Gubernur”.
Selama ini, BNK hanya bermodalkan SK  Bupati, jadi tidak mempunyai kekuatan.
Tapi kalau BNK di rubah menjadi SKPD maka segala bentuk operasional dalam
pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat di masukkan di APBD. Salah satu
kendala pihak kemananan untuk mengadakan razia penanaman ganja selama ini karena

kurangnya pendanaan. Coba pikirkan, kalau razia ke Tor Sihite dalam perjalanan
saja mencapai 8-12 jam”, kata ketua PIMANSU ini.
Selain, lanjut  Zulkarnain, Pemkab Madina juga harus mempunyai program
stretegis  dalam memberantas narkoba, misalnya masalah penanaman ganja di Tor
Sihite seharus Pemkab mampu memberdayakan masyarakat dengan  merubah prilaku,
mulai dari merubah tanaman ganja ke tanaman produktif, misalnya tanaman karet,
padi dan lainnya. Ini bisa di laksanakan dengan adanya kerja sama Pemkab,
masyarakat dan aparat penegak hukum, seperti di daerah Aceh”.
Pencegahan yang dilakukan juga harus menggunakan strategi, misalnya melalui
Dinas Pendidikan Madina membuat sutau program, misalnya program  BERSINAR
(Bersih Sekolah dari Narkoba). Jadi ini semenarnya kemauan aparat pemerintahnya,

kita yakin peredaran anrkoba akan bisa di minimalkan kalau semua elemen
masyarakat di libatkan dan tidak jalan sendiri-sendiri”, kata Zulkarnain.
Kemudian, ujar Zulkarnain, Pemkab juga harus menggaet  masyarakat untuk
pemberantasan narkoba. Sebab, masyarakat lebih faham kondisi dan situasi di
daerahnya dari pada pemerintah. Jadi kalau yang ini di laksanakan secara
bersinergi maka peredaran narkoba akan bisa di antisifasi, minimalkan
memperkecil ruang gerak peredaran narkoba”.
Pemerintah juga harus mensport  suatu kegiatan yang intinya mengarah kepada
pencegahan dan pemberantasan narkoba, seperti yang di laksanakan di Ponpes
Subulussalam selama satu minggu (22-27 Oktober ini). Kegiatan ini kan sangat
bermamfaat, namun sangat di sayangkan seorangpun dari perwakilan Pemkab Madina
tidak ada yang hadir dalam kegiatan ini. Sepertinya Pemkab Madina tidak peduli
dengan peredaran Narkoba”, kata Zulkarnain. (Lok)

LARAS  Adakan Pendidikan dan Pelatihan  Pemberantasan Narkoba Bagi Pemuda SeSumut di Ponpes Subulussalam Kotanopan

KOTANOPAN
Laskar Anak Bangsa Sumatera Utara  (LARAS-SUMUT) akan melaksanakan kegiatan
Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran
Gelap Narkoba Bagi Pemuda Se sumatera Utara pada tanggal 22-27 nanti bertempat
di Ponpes Subulussalam Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal.
Hal itu di katakan Ketua LARAS Sumut M. Suhery Lubis, S. .Fil di dampingi
Sekretaris Nopri Diansyah, Minggu, (10/10)  di sela-sela persiapan acara di
Kotanopan. “ Saat ini kita sedang persiapkan acara ini secara matang dan
menyebarkan undangan ke berbagai unsur Muspika. Rencana kegiatan ini di
lakasanakan dua angkatan, yaitu angkatan 1 dan II. Kita berharap acara ini
berlangsung sukses dan bisa di hadiri para penceramah dan pemateri sesuai dengan
jadwal yang tekah kita tetapkan”, ujar Suhery.
Sedangkan terkait masalah tempat kita memang sengaja memilih Kabupaten
Mandailing Natal, sebab belakangan ini peredaran narkoba di kabupaten ini sudah
sangat mengkhawatirkan. Madina  saat ini bukan saja sebagai konsumen tapi sudah
produsen, ini dapat di lihat dari beberapa kali pihak berwajib menemukan ladang
ganja di Tor Sihite yang jumlahnya mencapai ratusan hektar. Begitu juga dalam
jangka 2 minggu ini Polsek Kotanopan  menemukan ganja pertama 15 Kg dan penemuan
kedua diperkirakan 13 Kg, ini kan sudah cukup mengkhawatirkan”, kata Suhery.
Peserta kegiatan ini terdiri dari perwakilan Organisasi Kepemudaan,
perwakilan partai, perwakilan sekolah, mahasiswa dan peserta lainnya yang
diperkirakan mencapai 100 orang. Sedangkan pemateri selain dari Gerakan Anti
Narkoba (GAN) Indonesia, juga dari Pusat Informasi Narkoba Sumatera Utara
(PIMANSU). Selain itu, pemateri lain juga kita harapkan kehadiran Kapolres
Mandailing Natal,  Ketua BNK Mandailing Natal, Kadis Pendidikan Mandailing
Natal, Kepala Kantor Kementerian Agama Mandailing Natal dan pemateri lainnya”,
ujarnya.
Untuk membuka  acara ini sangat kita harapkan kehadiran Pj. Bupati
Mandailing Natal Ir. Aspan Sofyan Batubara, MM. “Untuk membuka acara ini  sangat
kita harapkan kehadiran Pj. Bupati Madina, sebab untuk pemberantasan dan
pencegahan narkoba ini diharapkan kepedulian dan peran serta pemerintah
setempat. Begitu juga peran  Badan Narkotika Kabupaten juga sangat kita harapkan
bisa hadir sebagai pemateri”,

Sedangkan tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang baik dan benar
kepada peserta tentang narkoba, mereka akan didik dan dilatih bagaimana upaya
yang dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba di masyarakat. Di harapkan
akan muncul konselor-konselor sebaya yang  peduli terhadap pemberantasan
peredararan gelap narkoba di wilayah masing-masing”, kata Suhery. (LOK)

Wakapolres Madina  di Ponpes Subulussalam
Jauhi Narkoba dan Patuhi Peraturan Lalulintas.

 

KOTANOPAN
“Jauhi narkoba dan barang haram lainnya serta patuhi peraturan lalulintas.Belakangan ini peredaran narkoba di Madina mulai menghawatirkan. Begitu juga kasus kecelakaan perlu di waspadai dengan mentaati peraturan yang ada”.
Hal itu dikatakan Wakapolres Madina  Kompol Hariyatmoko, Sik, di hadapan empat
ratusan  santri-santria Ponpes Subulussalam Sayurmaincat Kotanopan Kabupaten
Mandailing Natal, Senin (8/11). Kedatangan Wakapolres ke Ponpes ini dalam rangka
mengikuti rombongan Brigjen Zainuri Lubis yang mengadakan silaturrahmi dengan
pengurus dan santri-santria Ponpes Subulussalam.
Wakapolres melanjutkan, daerah Kotanopan dan Tambangan termasuk salah satu
daerah yang rawan terhadap peredaran narkoba di Madina. Untuk itu, kepada semua
santri-santria di minta untuk menjauhi dan sama sekali tidak terlibat dalam
bentuk apapun yang  namanya narkoba. Sebab, bahayanya bisa merusak kesehatan dan
masa depan santri-santria. Jadi kalau ada yang mengetahui sedang terjadi
transaksi atau memakai narkoba silakan laporkan ke polisi terdekat”, katanya.
“Selaku penegak hukum kita siap terjun kapanpun waktunya. Ini semua kita lakukan
untuk memberantas peredaran narkoba di Madina. Bantuan semua pihak sangat di
harapkan untuk memberantas barang haram ini. Sebab, kalau pihak kepolisian saja
yang melakukan, niscaya sangat sulit untuk mewujudkan Madina bersih dari
Narkoba. Kemudian, salah satu bentuk perbuatan yang mengarah kepada narkoba
adalah merokok. Untuk itu, kepada semua santri di harapkan jangan dulu
mengkonsumai rokok, apalagi santri-santria masih tahap proses belajar di bangku
sekolah”, ujarnya.
Wakapolres juga menghimbau kepada semua santria-santria serta semua elemen
masyarakat untuk mematuhi peraturan berlalulintas. Sebab  kalau kita perhatikan,
penyebab angka kematian terbesar di Indonesia bukanlah karena bencana alam, tapi
karena korban kecelakaan yang rata-rata tidak mematuhi peraturan lalu lintas,
misalnya tidak pakai helm, melanggar lampu dan mengemudi ugala-ugalan.
“Jadi saya sampaikan, patuhi segala peraturan tentang berlalu lintas, sebab
belakangan ini banyak di antara pelajar  yang naik sepeda motor yang ugal-ugalan
dan tidak pakai helm. Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan bersama, sebab kalau
terjadi kecelakaan bukan saja merugikan si pengendara tapi juga orang lain”,
katanya.
Selain itu, lanjut Wakapolres, pihaknya juga punya program bentuk kerja sama
dengan para pelajar dan semua lapisan masyarakat Madina, yaitu slogan Polres
Madina Berkawan. Nantinya kita akan mengundang perwakilan para pelajar ke Polres
untuk mengetahui lebih dekat apa yang sedang dilakukan  pihak kepolisian  dalam
memberantas berbagai kejahatan.

Program ini  maksudnya untuk menjalin kerja sama yang baik dengan segenap unsur
masyarakat  sebagai bentuk antisipasi serta memberantas berbagai pelanggaran
yang meresahkan masyarakat. Polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat
akan terwujud dengan sendiri apabila ada kerja sama yang baik dari berbagai
pihak, termasuk salah satunya memberantas narkoba dan judi togel”, katanya.
(LOK)

Kapolres Madina Buka  Pendidikan dan Pelatihan Pencegahan Narkoba Se Sumut di
Ponpes Subulussalam

 

Kotanopan

Kapolres Mandailing Natal AKBP. Hirbak Wahyu Setiawan, Sik membuka secara resmi
kegiatan dan Pelatihan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran
Gelap Narkoba bagi pemuda Se Sumatera Utara bertempat di Pondok Pesantren
Subulussalam Sayurmaincat Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal , Jum’at (22/10).
Selain Kapolres, tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Gerakan
Anti Narkoba (GAN) Indonesia/Ketua Pusat Informasi Narkoba Sumatera Utara
(PIMANSU)  Drs. Zulkarnain Nasution, MM, Ketua Laskar Anak Bangsa Sumatera Utara

(LARAS) M. Suhary Lubis, Camat Kotanopan H. Martua Lubis, Kapolsek Kotanopan
AKP. S. Zufri Siregar, SH, Koramil 14 Kotanopan Kapten Slamet, Kepala Sekolah se

Mandailing Julu, Kepala Desa dan tokoh masyarakat dan ulama.
Dalam sambutannya, Kapolres mengucapkan terimakasih kepada panitia,
LARAS Sumut, GAN Indonesia dan  PIMANSU yang telah melaksanakan acara ini. Sebab

dengan acara ini berarti kepedulian untuk memberantas narkoba bukan saja ada di
pihak Polisi tapi juga di pihak generasi muda. Secara langsung ini salah satu
bentuk nyata membantu aparat penegak hukum untuk mencegah peredaran narkoba”,
katanya
“Untuk konteks Mandailing Natal, ada tiga titik rawan yang menjadi peredaran
Narkoba yang perlu di waspadai, yaitu di Kecamatan Panyabungan Timur, Kotanopan
dan Tambangan. Daerah ini selalu di jadikan para pengedar sebagai lalulintas
lewatnya barang haram ini. Rata-rata yang membeli ganja ini adalah orang Padang
Sidempuan dan Sumatera Barat.  Jadi ketiga daerah ini sudah kita anggap sebagai
pengedar dan pemakai.
Kapolres juga menghimbau agar para generasi muda menghindari narkoba karena
sangat berdampak pada kesehatan, ekonomi dan merusak tatanan sosial. Jadi kalau
generasi muda mengetahui ada yang memakai atau mengedarkan ganja atau barang
haram lainnya silakan laporkan ke polisi atau minimal kepada kepala desa
setempat”, ujarnya.
Kecewa
Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Lokot Husda Lubis, S. Ag dalam sambutannya
mengatakan, acara ini berlangsung mulai tanggal 22-27 Oktober di ikuti 100 orang

peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SLTA se Mandailing Julu, OKP, dan
Ormas. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan di Kabupaten Mandailing Natal mengingat

daerah ini termasuk salah satu basis yang paling rentan terhadap peredaran
narkoba.
Lokot Husda Lubis juga mengaku sangat kecewa kepada Pemkab Madina karena salah
seorang pun tidak ada yang hadir dalam pembukaan acara tersebut. “ Kita sangat
kecewa kepada Pemkab Madina sebab satu orangpun  tidak ada yang hadir dalam
acara pembukaan ini. Ini jadi ukuran kepada kita semua, bahwa Pemkab Madina
kurang peduli terhadap pemberantasan Narkoba. Kalau Pj Bupati tidak bisa hadir,

bisakan di wakilkan Sekda atau instansi lainnya seperti Kesbang Linmas Madina.
Ini satu orangpun tidak ada yang hadir dari Pemkab Madina”, katanya.
Hal yang sama juga dikatakan Ketua Laskar Anak bangsa Sumatera Utara M. Suhery
Lubis, pihaknya juga mengaku sangat kecewa karena tidak seorangpun  yang hadir
dalam pembukaan ini. Begitu juga dengan pihak Badan Narkotika Kabupaten (BNK)
selaku pihak yang paling berkompoten tidak hadir. Kita hanya menuntut mereka
hadir dalam acara pembukaan dan memberikan materi, kita bukan minta dana, itupun

tidak ada yang hadir. Menurut saya pengurus BNK itu perlu di tinjau kembali”,
ujarnya. (Lok)


KOTANOPAN
Dalam kunjungan silaturrahmi dan ziarah ke desa Sayurmaincat Kotanopan
Kabupaten Mandailing Natal, Brigjen Zainuri Lubis menyempatkan diri mengunjungi

salah satu ponpes tertua di Mandailing Natal, yaitu Ponpes Subulussalam
Sayurmaincat Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Minggu (7/11).
Kedatangan Brigjen Zainuri Lubis di dampingi isteri serta Kapolsek
Kotanopan AKP S. Zufri Siregar, SH diterima langsung oleh  Pimpinan Yayasan
Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH, Kepala Aliyah, Esmin Pulungan, Kepala
Desa Sayurmaincat Amri Husin Parinduri serta pengurus lainnya.
Di ponpes ini, Zainuri beserta rombongan meninjau beberapa ruangan
belajar serta asrama putra dan putri. Dalam kesempatan itu, Zainuri juga
memberikan sumbangan berupa uang untuk pembangunan Pesantren. “Kita berharap
bantuan yang jumlahnya tidak seberapa ini dapat dipergunakan dengan
sebaik-baiknya untuk pembangunan Pesantren. Kemudian, lembaga pendidikan ini
agar di urus dengan dengan sebaik-baiknya, sebab Pesantren ini bukan saja asset
warga Kotanopan tapi juga umat Islam”, katanya.
Zainuri melanjutkan, kedatangannya ke Bumi Gordang Sembilan ini
dalam rangka ziarah dan silaturrahmi dengan masyarakat Madina, sebab keturunan
saya berasal dari daerah ini, yaitu Sayurmaincat-Kotanopan. Kunjungan ini murni
silaturrahmi bukan kunjungan dinas. Saya ingin mengenal lebih dekat
saudara-saudara saya yang ada di Madina, dan ini baru pertama bagi saya
menginjak kaki di daerah ini. Mudah-mudahan kedepan ini bukan yang pertama dan
yang terakhir, sebab biar bagaimanapun saya adalah orang Mandailing”, ujarnya.
Sedangkan Pimpinan Yayasan H. Endar Lubis, SH mengucapkan
terimakasih atas kedatangan Zainuri Lubis dan rombongan. Endar Lubis juga sempat

menjelaskan sejarah berdirinya Ponpes ini kepada rombongan. “Ponpes ini berdiri
sejak tahun 1927 dan termasuk salah satu Pondok Pesantren tertua di Madina.
Ponpes ini juga mempunyai nilai histori yang begitu penting dalam memperjuangkan

kemerdekaan RI. Guru-guru dan santri Subulussalam saat itu banyak yang di
tangkap  Belanda kemudian di kurung dan di buang ke luar daerah”, ujarnya
Endar menambahkan, Ponpes ini juga sempat  beberapa kali di jadikan
markas pejuang  untuk merebut kemerdekaan. Terakhir di jadikan markas TKR, jadi
Ponpes ini punyai nilai sejarah dalam merebut kemerdekaan. Sedangkan kondisi
Ponpes saat ini perlu bantuan dari berbagai pihak agar proses belajar mengajar
berjalan dengan baik”, katanya.
ZIARAH
Usai mengunjungi Ponpes Subulussalam, Zainuri Lubis dan isteri
langsung mengadakan ziarah ke makam leluhur Marga Lubis Godang di Desa
Sayurmaincat Kotanopan. Dalam kesempatan ini, Zainuri menziarai tiga makam,
yaitu makam Mangguyang Bumi gelar Jabulele, makam Qubah dan Jabulele ke II. Di
ketiga makam ini Zainuri beserta rombongan memanjatkan doa agar para leluhur
marga Lubis Godang di lapangkan di dalam kubur.
“Niat ziarah ke makam leluhur ini sudah lama di rencananakan bersama

keluarga, namun baru kali sempat. Jadi ini semata-mata niat karena Allah bukan
karena ada motif lain. Saya ingin lebih dekat mengunjungi dan mengetahui
silsilah keluarga dan marga Lubis, makanya bersama keluarga kami datang kemari.
Hal itu perlu di lakukan  agar kita tahu darimana asal dan silsilah  keluarga
kita”, ujarnya.
Usai Ziarah Zainuri sempat mengitari desa Sayurmaincat dengan
berjalan kaki, sepanjang perjalanan Zainuri dan rombongan di sambut masyarakat
dengan bersalaman. Selain itu, Zainuri juga bersilaturrahmi kerumah sahabatnya
Alm. Rusdin Lubis di Desa Sayurmaincat Kotanopan, kemudian di lanjutkan santap
siang bersama di rumah H. Nihri Lubis di Pasar Kotanopan.
Sore harinya, Zainuri bertolak ke Desa Maga Kecamatan Lembah Sorik
Merapi dan ke Siabu untuk bersilaturrahmi dengan keluarga yang ada di daerah
itu. Setelah itu malam harinya di rencanakan Silaturrahmi dengan Kapolres
Mandailing Natal di Panyabungan.
Brigjen Zainuri Lubis adalah mantan Wakadiv  Humas Polri, saat ini  beliau
sedang bertugas di Widya Iswara atau dosen di Sispati Polri. (Lok).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kab. Mandailing NatalDrs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M. Psi , beserta pengurus lainnya bersilaturrahmi ke Ponpes Subulussalam sayurmaincat Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at(12/11)

Kedatangan pengurus PPP ini langsung di terima Pimpinan Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH, Kepala Desa Sayurmaincat Amri Husin Parinduri, Kepala Aliyah Esmin Pulungan beserta pengurus lainnya dan para ustadz dan ustazah yang ada di Pesantren tersebut. Dalam kesempatan itu, Yulizar mengatakan  kedatangannya beserta pengurus lainnya untuk bersilaturrahmi dengan keluarga besar Ponpes Subuluusalam. “ Ini merupakan salah satu agenda kita, selain bersilaturrahmi kepada ulama juga direncanakan akan bersilaturrahmi kepada semua Pesantren yang ada di Mandailing Natal.  Sebab, cikal bakal lahir PPP adalah dari ulama dan berbasis Pesantren”, katanya. “PPP tidak bisa dipisahkan dari ulama dan Pesantren, kita akan kembali kehabitat kita. Sebagai partai politik yang berbasis Islam kita harus memperjuangkan kepentingan umat Islam secara menyeluruh.

PPP harus bisa dijadikan kenderaan politik menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi umat. Sebagai ketua terpilih saya akan berusaha membangkitkan PPP sebagai satu-satunya partai pilihan umat Islam di Bumi Gordang Sembilan ini”, ujar Yulizar. Selain bersilaturrahmi, kedatangan Yulizar juga erat kaitannya dengan kapasitasnya sebagai Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Sumatera Utara. ”Sebagai Ketua Badan Silaturrahmi Pesantren saya akan coba merangkul semua Pesantren yang ada untuk kepentingan kemajuan Pesantren secara bersama-sama. Sebab, sampai saat ini masih banyak kalangan yang berpandangan negatif terhadap keberadaan Pesantren, apalagi Negara luar menganggap Pesantren basis teroris”, kata Yulizar.

Anggapan negatif seperti ini harus di hilangkan dengan membuka diri kepada masyarakat. Pemerintah juga harus memperlakukan lembaga pendidikan Pesantren sama dengan lembaga pendidikan umum lainnya. Kenapa selama ini Pendidikan Pesantren seperti di asingkan, ya karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Jadi kedepan pemerintah harus merangkul pesantren dengan menyiapkan alokasi anggaran dalam APBD atau APBN” ujar mantan anggota DPRD-SU dua priode ini.

Secara organisasi kita akan memperjuangkan hak-hak Pesantren kepada Pemerintah. Pemerintah Provinsi memang sudah mempunyai kepedulian terhadap Pesantren dan ini harus di ikuti pemerintah kabupaten  yang ada di Sumatera Utara. Saya tidak tahu apakah di APBD Madina sudah ada di alokasikan bantuan atau bentuk sarana lainnya untuk kemajuan Pesantren. Kalau tidak ada, sebagai organissai Pesantren kita perlu diperjuangkan”, ujar Yulizar. Badan Silaturrahmi Pesantren memang baru beberapa tahun sudah berdiri, tapi kita sudah mempunyai banyak kegiatan, mulai dari kegiatan Pekan Olah Raga Pesantren, Jambore Nasional Pesantren, dan baru-baru ini kita barus mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan kepada guru-guru Pesantren. Kita juga akan berupaya mendesak pemerintah, baik ia pemerintah pusat, provinsi dan daerah agar mengalokasikan dana untuk bantuan semua pesantren”, katanya. (Lokot Lubis)

Awan Tag