Sayurmaincat-Kotanopan-Mandailing Natal

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC-PPP) Kab. Mandailing NatalDrs. H. Yulizar Parlagutan Lubis M. Psi , beserta pengurus lainnya bersilaturrahmi ke Ponpes Subulussalam sayurmaincat Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal, Jum’at(12/11)

Kedatangan pengurus PPP ini langsung di terima Pimpinan Yayasan Ponpes Subulussalam H. Endar Lubis, SH, Kepala Desa Sayurmaincat Amri Husin Parinduri, Kepala Aliyah Esmin Pulungan beserta pengurus lainnya dan para ustadz dan ustazah yang ada di Pesantren tersebut. Dalam kesempatan itu, Yulizar mengatakan  kedatangannya beserta pengurus lainnya untuk bersilaturrahmi dengan keluarga besar Ponpes Subuluusalam. “ Ini merupakan salah satu agenda kita, selain bersilaturrahmi kepada ulama juga direncanakan akan bersilaturrahmi kepada semua Pesantren yang ada di Mandailing Natal.  Sebab, cikal bakal lahir PPP adalah dari ulama dan berbasis Pesantren”, katanya. “PPP tidak bisa dipisahkan dari ulama dan Pesantren, kita akan kembali kehabitat kita. Sebagai partai politik yang berbasis Islam kita harus memperjuangkan kepentingan umat Islam secara menyeluruh.

PPP harus bisa dijadikan kenderaan politik menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi umat. Sebagai ketua terpilih saya akan berusaha membangkitkan PPP sebagai satu-satunya partai pilihan umat Islam di Bumi Gordang Sembilan ini”, ujar Yulizar. Selain bersilaturrahmi, kedatangan Yulizar juga erat kaitannya dengan kapasitasnya sebagai Ketua Badan Silaturrahmi Pondok Pesantren Sumatera Utara. ”Sebagai Ketua Badan Silaturrahmi Pesantren saya akan coba merangkul semua Pesantren yang ada untuk kepentingan kemajuan Pesantren secara bersama-sama. Sebab, sampai saat ini masih banyak kalangan yang berpandangan negatif terhadap keberadaan Pesantren, apalagi Negara luar menganggap Pesantren basis teroris”, kata Yulizar.

Anggapan negatif seperti ini harus di hilangkan dengan membuka diri kepada masyarakat. Pemerintah juga harus memperlakukan lembaga pendidikan Pesantren sama dengan lembaga pendidikan umum lainnya. Kenapa selama ini Pendidikan Pesantren seperti di asingkan, ya karena kurangnya perhatian dari pemerintah. Jadi kedepan pemerintah harus merangkul pesantren dengan menyiapkan alokasi anggaran dalam APBD atau APBN” ujar mantan anggota DPRD-SU dua priode ini.

Secara organisasi kita akan memperjuangkan hak-hak Pesantren kepada Pemerintah. Pemerintah Provinsi memang sudah mempunyai kepedulian terhadap Pesantren dan ini harus di ikuti pemerintah kabupaten  yang ada di Sumatera Utara. Saya tidak tahu apakah di APBD Madina sudah ada di alokasikan bantuan atau bentuk sarana lainnya untuk kemajuan Pesantren. Kalau tidak ada, sebagai organissai Pesantren kita perlu diperjuangkan”, ujar Yulizar. Badan Silaturrahmi Pesantren memang baru beberapa tahun sudah berdiri, tapi kita sudah mempunyai banyak kegiatan, mulai dari kegiatan Pekan Olah Raga Pesantren, Jambore Nasional Pesantren, dan baru-baru ini kita barus mengadakan pelatihan pengelolaan perpustakaan kepada guru-guru Pesantren. Kita juga akan berupaya mendesak pemerintah, baik ia pemerintah pusat, provinsi dan daerah agar mengalokasikan dana untuk bantuan semua pesantren”, katanya. (Lokot Lubis)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: